Yuniatisiti’s Weblog



Sistim Informasi (Pendahuluan)

A. PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Tahap-tahap perkembangan system informasi dapat bibagi berdasarkan karakteristik system informasi era sepuluh tahunan, yaitu :

1. Era 1950-an

Evolusi Sistem Informasi dimulai sejak 1951 di Amerika yang ditandai dengan pemakaian computer elektronik, yang sebelumnya hanya digunakan di laboratorium untuk keperluan sains dan pertahanan.

Karakteristik Sistem Informasi pada saat itu antara lain :

a. Aplikasi yang digunakan bersifat klerikal rutin dan pada tingkatan operasional, misalnya penggajian, rekening-rekening, dll

b. Bahasa computer terbatas dan sulit digunakan.

c. Dapat dihitung penghematan biayanya.

d. Kualitas computer kurang dapat diandalkan, sulit dioperasikan, dan lambat.

e. Arsitektur system informasi yang ada baru berupa mesin-mesin akunting elektronik yang terisolasi dengan fungsi terbatas.

2. Era 1960-an

Ditandai dengan mulainya digunakan teknologi piringan (disk), yang mempunyai keuntungan antara lain :

a. Dapat mengambil data drngan lebih cepat

b. Dapat mengakses data dengan lebih cepat

c. Lebih mudah dalam pembuatan program-program aplikasi

d. Komputer bekerja dengan hanya sedikit intervensi manual

Sistem computer juga mengalami perkembangan yang pesat antara lain :

a. Arsitektur informasi yang ada berupa computer besar ( mainframe) dengan system yang terpusat.

b. Dapat menggunakan terminal yang terletak jauh dari computer.

c. Output sudah berupa hasil cetakan dari printer, menggantikan model lama yang berupa kartu berlubang (punch card)

3. Era 1970-an

Perangkat keras dan perangkat lunak berkembang dengan pesat yaitu antara lain:

a. Penggunaan computer mikro yang klebih praktis penggunaanya

b. Penggunaan peralatan display yang lebih interaktif

c. Perangkat lunak yang lebih bersifat “user friendly”

d. Adanya perintisan terbentuknya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS).

e. Adanya perkembangan dalam pemakaian teknologi computer dengan teknologi komunikasi di kantor-kantor.

Sistem informasi selama tahun 1960-1970 mempunyai sifat-sifat antara lain :

a. Digunakan untuk memproduksi laporan-laporan periodic yang dapat digunakan manajer dalam pengambilan keputusan.

~ Tahun 1960 untuk kegiatan monitoring dan control

~ tahun 1970 untuk perencanaan dan simulasi

b. Sistem informasi merupakan produk samping dari system pemrosesan transaksi

c. Sistem informasi bersifat tidak fleksibel dan tidak responsifterhadap kebutuhan informasi oleh individu tertentu.

d. Komputer mini ukuran sedang yang berlokasi pada departemen-departemen di dalam organisasi dihubungkan dengan computer besar yang terpusat.

4. Era 1980-an

Sistem informasi lebih mengarah pada system yang digunakan untuk membuat keputusan-keputusan spesifik. System informasi digunakan secara luas di perusahaan-perusahaan yang ditandai dengan penggunaan desktop microcomputer pertama kali secara independen yang dihubungkan dengan computer mini dan computer besar.

Sistem informasi telah menjadi system yang integral, online, dan interaktif yang ikut serta dalam proses operasi dan pengambilan keputusan organisasi.

5. Era 1990-an

Sistem informasi digunakan untuk membantu menciptakan dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan informasi ke seluruh organisasi melalui Sistem Kerja Pengetahuan (SKP) atau Knowledge Work System (KWS).

Komputer besar ( mainframe ) pusat yang besar menyimpan infooormasi seperti sebuah perpustakaan, dan mengkoordinasi aliran informasi diantara banyak computer meja (desktop computer) dan banyak jaringan informasi yang lebih kecil.

B. TERMINOLOGI SISTEM

Suatu system merupakan subsistem dari system lainyang lebih besar. Sistem bekerja dengan batasan-batasan yang telah ditentukan, yaitu :

a. Seluruh komponen system

b. Sumber masukan Sistem

c. Hal-hal yang mempengaruhi keluaran dari system

d. Faktor-faktor eksternal dari system

un

Perkembangan Penggunaan Sistem Informasi

1950-1960an

~ Bidang Keuangan

~ Bidang personalia

~ Bidang Produksi

~ Bidang Pemasaran

1970-1980an

Bidang simulasi

Bidang perencanaan strategis

Bidang perencanaan operasional

Bidang manajemen sumber daya

Bidang pengembangan system

Pendukung keputusan

1990-an

Bidang Sistem Kerja Pengetahuan (SKP)

Bidang system manajemen data yang terpusat

C.KONSEP SISTEM INFORMASI

Definisi Sistem Informasi menurut para pakar antara lain :

Gordon B. Davis dan Margrethe H. Olson (1985) :

Sistem Informasi Manajemen adalah system manusia mesin yang terintegrasi untuk menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk mendukung fungsi-fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi.

George M. Scott (1986) :

Sistem informasi manajemen adalah subsistem informasi yang komprehensif, terkoordinir, dan terintegrasi secara rasional dimana data diubah menjadi informasi dengan bermacam-macam cara untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya, tingkah laku, dan karakteristik manajer dengan dasar kriteria-kriteria kualitas yang sudah ada.

Robert G. Murdick (dengan John C. Munson) (1986) :

System yang memonitor dan mengambil data dari lingkungan, mengambil data dari transaksi-transaksi dan operasi-operasi di dalam perusahaan, menyaring, mengorganisir, dan menyeleksi data, dan menampilkannya sebagai informasi bagi manajer dan memberikan alat bagi manajer untuk menghasilkan informasi seperti yang diinginkan, disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen.

Efraim Turban (1993) :

SIM adalah system formal berbasis komputer yang dimaksudkan untuk mencari, meringkas dan mengintegrasikan data dari berbagai macam sumber agar dapat menyediakan informasi tepat waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan manajerial.

Kenneth C. laudon dan Jane P. Laudon (1994) :

System informasi adalah komponen- komponen yang saling berhubungan dan bertugas untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan, informasi untuk mendukung dalam pengambilan keputusan, mengontrol, menganalisis, dan memvisualisasi di dalam suatu organisasi.

Definisi menurut George M. Scott menjelaskan sifat-sifat SIM yaitu :

1. SIM merupakan system yang komprehensif

2. SIM adalah system yang terkoordinasi

3. SIM mempunyai subsistem informasi

4. SIM adalah system yang terintegrasi secara rasional

5. SIM mengubah data menjadi informasi dengan berbagai cara

6. SIM dapat meningkatkan produktivitas

7. SIM harus sesuai dengan gaya dan karakteristik manajer

8. SIM menggunakan criteria kualitas yang telah ada

Kata manajemen dalam istilah SIM mencakup keseluruhan yang bersifat komprehensif. Sistem ini meliputi :

a. Sistem Informasi yang dirancang khusus untuk tiap tingkatan organisasi

b. Sistem formal dan informal

c. Sistem manual dan terkomputerisasi

d. Manusia yang berhubungan dengan SIM tersebut

SIM dikoordinasikan terpusat untuk menjamin bahwa pemrosesan data dan komponen-komponen lain dikembangkan dan dioperasikan dengan cara yang terencana dan terkoordinasi.

SIM dapat meningkatkan produktivitas dengan beberapa cara, yaitu antara lain :

a. SIM dapat memungkinkan tugas-tugas rutin seperti penyiapan dokumen dapat dilakukan dengan efisien

b. SIM dapat memberikan jasa informasi tingkat tinggi dengan kualitas yang lebih baik bagi organisasi dan individual

c. SIM dapat memberikan peringatan dini mengenai masalah-masalah internal dan ancaman eksternal

d. SIM dapat memberikan pemberitahuan dini mengenai adanya kesempatan-kesempatanyang baik

e. SIM dapat mempercepat proses-proses normal organisasi

f. SIM dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapi masalah-masalah yang tidak diperkirakan sebelumnya.

SIM dikembangkan dengan mempertimbangkan keunikan gaya manajemen dan pola tingkah lakudari personalia yang akan menggunakannya serta kontribusi-kontribusi yang didapatkan dari para manajer.

a. Untuk tingkatan manajemen puncak, SIM dikembangkan sesuai dengan keinginan setiap individu manajer tersebut,setiap ada penggantian manajer maka SIM juga harus disesuaikan dengan pejabat yang baru.

b. Untuk tingkatan manajemen madya, SIM dibuat sesuai dengan karakteristik umum dari manajer.

c. Untuk tingkatan manajemen terendah, SIM dapat dibuat dengan bentuk yang lebih umum dimana pegawai klerikal dan operasi dapat menggunakan informasi dan berinteraksi dengan system informasi.

d. Untuk personalia professional dan teknikal, SIM dibuat sesuai dengan tugas khusus mereka.

SIM harus dirancang sesuai dengan kebutuhan kualitas yang telah ditetapkan, yaitu :

a. Hal-hal yang berhubungan dengan toleransi terhadap ketepatan waktu, relevansi, dan akurasi dari informasi.

b. SIM seharusnya menyediakan suatu umpan balik yang dapat memberikan informasi mengenai efisiensi dan efektifitas dari system informasi tersebut.

c. SIM juga harus dapat beradaptasi sebagai respon dari umpan baliknya.

d. SIM juga harus mempunyai kemampuan untuk selektif dalam pemakaian data bersama.

D. KEMAMPUAN SISTEM INFORMASI

1. Menerima masukan ( input ), yang dapat berupa data mentah, suatu permintaan,instruksi, pesan untuk pemakai lain, suatu perubahan,dll.

2. Melakukan pemrosesan, yaitu pengubahan dari masukan menjadi suatu bentuk yang lebih berarti bagi manusia.

3. Menyimpan data dan informasi

4. Memproduksi dan mendistribusi keluaran (output) kepada orang atau aktivitas yang akan mempergunakannya.

Kemampuan teknis yang dapat dilakukan oleh SIM antara lain :

1. Pemrosesan transaksi secara “bacth”, transaksi-transaksi yang mempunyai tipe yang sama untuk suatu periode tertentu kemudin disimpan dan diproses dalam suatu bentuk batch transaksi.

2. Pemrosesan transaksi tunggal,setiap transaksi langsung diproses.

3. Pemrosesan transaksi “ Online, Real Time(OLRT)”, file-file record transakasi selalu dalan keadaan “online” yaitu selalu berhubungan dengan computer secara elektronis.

4. Komunikasi data dan Jaringan Komputer

5. Pencarian record dan analisis

6. Pemeriksaan file ( file inquiry )

7. Model-model dan algoritma keputusan

8. Otomatisasi kantor, meliputi :

a. Pengolah kata

b. Dekstop publishing

c. Email

d. Pengolahan gambar

e. Pengolahan suara

f. Sistem informasi kantor

E. JENIS-JENIS SIM DI DALAM SUATU ORGANISASI

1. Sistem Pengolahan Transaksi (SPT) atau Transaction Processing System (TPS)

a. SPT memberi batas antara organisasi dan lingkungannya. SPT menghubungkan pelanggan dengan gudang, pabrik dan manajemen

b. SPT merupakan produsen utama dari informasi untuk sistem-sistem informasi lain.

2. Sistem Kerja Pengetahuan(SKP) atau Knowledge Work System (KWS)

SKP melayani kebutuhan informasi pada tingkatan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dalam organisasi atau membantu para ilmuwan dalam pekerjaan mereka.

3. Sistem Otomatisasi Kantor (SOK) atau Office Automation System (OAS)

Adalah aplikasi tehnologi informasi yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pekerja data di kantor dengan membantu aktivitas koordinasi dan komunikasi dari kantor tersebut.

Pekerja data ini adalah sekretaris, akuntan, petugas arsip atau manajer yang tugas utamanya adalah untuk menggunakan, memanipulasi atau menyebarkan informasi.

4. Sistem Informasi Manajemen (SIM )

SIM memberikan pelayanan informasi kepada tingkatan manajemen dalam organisasi. SIM memberikan laporan kepada manajer dan kadangkala memberikan akses online kepada mereka terhadap informasi kinerja organisasi saat ini atau record-rekord masa lalu. SIM melayani fungsi perencanaan , pengawasan, dan pengambilan keputusan pada tingkatan manajemen.

5. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS)

SPK mempunyai kemampuan analitis yang lebih canggih sehingga memungkinkan informasi.

6. Sistem Pakar (SP) atau Expert System ( ES )

Merupakan suatu paketdari perangkat keras dan lunak computer yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan atau pemecahan masalah tertentu serta dapat memberikan saran-saran seperti seorang pakar.

7. Sistem Pendukung Eksekutif (SPE) atau Executive Support System (ESS)

Sistem ini dugunakan oleh manajer senior dalam pengambilan keputusan yang tidak terstruktur dan menciptakan lingkungan komunikasi dan kompetensi yang bersifat umum.

8. Komputer Syaraf (Neural Computing) atau Jaringan Syaraf buatan
(Artificial Neural Networks)

Teknologi ini menggunakan pendekatan pola-pola yang dapat dikenali, telah digunakan pada beberapa aplikasi bisnis, tetapi masih membutuhkan pengembangan dan riset untuk penggunaannya secara luas.

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN SIM DI DALAM ORGANISASI

1. Tradisi organisasi dan pola evolusi yang ada di dalam organisasi tersebut.

2. Gaya manajemen organisasi juga berpengaruh besar terhadap kecanggihan system informasi.

3. Bentuk manajemen organisasi apakah berbentuk sentralisasi, desentralisasi, atau koordinatif, atau apakah organisasi tersebut dibentuk berdasarkan lini produk, fungsional atau struktur matriks, menghasilkan system informasi yang berbeda.

4. Sifat-sifat dari lini produk, misalnya produk teknologi tinggi, produk yang banyak macamnya, produk yang mempunyai pasar yang berbeda-beda, produk yang mempunyai proses produksi yang berbeda.

Tugas Rangkuman Mata Kuliah Sistem Informasi Management


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: